NasDem Balas Kritik Lasarus terhadap Wali Kota Sibolga soal Banjir

Partai NasDem memberikan tanggapan tegas atas kritik Ketua Komisi V DPR, Lasarus, yang menyoroti ketiadaan Wali Kota Sibolga dalam rapat penanganan banjir. NasDem menegaskan Wali Kota Sibolga lebih fokus pada penanganan lapangan daripada formalitas rapat.

NasDem Balas Kritik Lasarus terhadap Wali Kota Sibolga soal Banjir

Sibolga, 13 Desember 2025 — Partai NasDem menanggapi keras kritik yang dilontarkan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, terhadap Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, terkait ketidakhadirannya dalam rapat penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang digelar Komisi V DPR di Tapanuli Tengah. NasDem menilai kritik Lasarus tidak melihat realitas di lapangan yang membutuhkan kehadiran langsung Wali Kota dalam kondisi darurat. (detik.com)

Kritik Lasarus dan Sorotan Publik

Lasarus sebelumnya mengkritik keras ketidakhadiran Wali Kota Sibolga dalam rapat yang membahas penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara yang juga berdampak di Sibolga. Menurutnya, kehadiran kepala daerah penting untuk mendukung percepatan penanganan dan koordinasi dengan kementerian terkait.

Kritik tersebut memicu perdebatan di kalangan publik, terutama di media sosial, yang terbagi antara dukungan kepada Lasarus dan pembelaan terhadap Wali Kota Sibolga.

Respons NasDem

Menanggapi kritik itu, Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, menegaskan bahwa Wali Kota Sibolga sedang menjalankan tugasnya di lapangan, membantu evakuasi dan penanganan darurat bagi warga yang terdampak banjir dan longsor.

“Lasarus harus memahami kondisi darurat yang sedang dihadapi, di mana nyawa dan keselamatan warga lebih utama dibanding kehadiran formal dalam rapat,” tegas Iskandar. (sumutpos.jawapos.com)

NasDem menilai kritik Lasarus kurang empati dan terkesan mengedepankan politik praktis daripada kepentingan kemanusiaan. NasDem juga mengingatkan agar seluruh pihak fokus pada kerja sama dan penanganan bencana secara efektif.

Kondisi Banjir dan Penanganan Darurat

Banjir dan longsor yang melanda wilayah Sibolga dan sekitarnya menyebabkan kerusakan signifikan, pemutusan akses jalan, serta ribuan warga harus mengungsi. Wali Kota Sibolga aktif di lokasi bencana, memimpin evakuasi dan distribusi bantuan.

Situasi ini membuat Wali Kota sulit meninggalkan lokasi dan menghadiri rapat yang berlangsung bersamaan dengan situasi darurat di lapangan.

Implikasi Politik

Kasus ini menjadi contoh bagaimana dinamika politik sering bertabrakan dengan realitas lapangan, terutama dalam penanganan bencana. NasDem mengajak semua pihak untuk menempatkan prioritas pada keselamatan rakyat dan menghindari politisasi di saat krisis.

Kesimpulan

Partai NasDem membela Wali Kota Sibolga dengan menegaskan bahwa kehadiran fisik dan tindakan langsung di lapangan saat bencana lebih penting daripada kehadiran dalam rapat formal. Kritik Lasarus dianggap kurang memperhitungkan konteks kemanusiaan dan kondisi nyata warga terdampak banjir. NasDem mengajak semua pihak untuk bersatu dalam penanganan bencana tanpa terjebak pada konflik politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *