Apa yang Terjadi?
-
Polrestabes Medan dan polisi di Sumatera Utara menangkap beberapa orang yang diduga menimbun dan menjual kembali BBM subsidi yaitu Pertalite dengan harga jauh di atas normal — yaitu sekitar Rp 12.000 per liter.detikcom+1
-
Kasus ini terjadi di tengah situasi langkanya BBM subsidi selama musim bencana, sehingga pelaku memanfaatkan krisis untuk meraup untung besar.detikcom+1
🧑🤝🧑 Pelaku & Modus Operasinya
Polisi menangkap empat pelaku: dua operator SPBU dan dua orang pedagang BBM eceran / pembeli sebagai berikut.BeritaSatu+1
-
Operator SPBU: inisial AH dan MHN — diduga memakai barcode curian milik orang lain untuk membeli Pertalite secara resmi.BeritaSatu+1
-
Pembeli / pedagang eceran: inisial M dan AY — mereka membeli BBM bersubsidi dan menjual kembali secara eceran.BeritaSatu+1
Modus:
-
Pelaku memodifikasi kendaraan (mobil pikap atau sejenisnya) dilengkapi jeriken dan pompa untuk menampung BBM. Setelah mengisi di SPBU, Pertalite disedot dari tangki kendaraan ke jeriken.detikcom+1
-
Karena menggunakan barcode curian — bukan milik mereka sendiri — pembelian bisa dilakukan dengan volume besar, melanggar ketentuan pembelian BBM subsidi.BeritaSatu+1
-
Setelah itu, BBM disalurkan via jalur eceran/pertamini ilegal — dijual dengan harga naik (~Rp 12.000/liter) daripada harga normal.BeritaSatu+1
❗ Dampak & Kenapa Ini Masalah
-
Praktik ini membuat BBM subsidi jadi langka di masyarakat umum — mereka yang benar-benar butuh BBM jadi kesulitan mendapatkannya.detikcom+1
-
Penjualan eceran ilegal dengan harga mahal memanfaatkan situasi krisis, terutama saat bencana — adalah bentuk eksploitasi terhadap kebutuhan publik.
-
Modus curang seperti penyalahgunaan barcode dan pengoplosan BBM bisa merusak kualitas BBM dan merugikan konsumen serta negara.BeritaSatu+1
🛑 Tindakan Kepolisian & Hukum
-
Polisi sudah menangkap empat pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi.BeritaSatu+1
-
Mereka diduga melanggar undang-undang di sektor migas — ancaman hukum maksimal penjara dan denda besar sesuai regulasi.detikcom+1
-
Aparat juga memperingatkan dan mengultimatum penjual eceran ilegal — terutama yang mematok harga selangit.Mistar+1
📊 Situasi Lebih Luas: Bukan Sekadar Kasus Individual
Kasus di Medan bukan satu-satunya: ada sejumlah laporan penyalahgunaan BBM bersubsidi di berbagai daerah di Indonesia — di Bali, Bengkulu, Nusa Tenggara Timur, bahkan saat kelangkaan pasca-bencana.INP Polri+2detikcom+2
Selain itu, ada SPBU yang terindikasi “mengoplos” Pertalite dengan bensin oktan 87 (yang notabene ilegal) untuk mendapat keuntungan, seperti kasus di Medan awal 2025.detikcom+2detikcom+2
Karena itu, polisi dan regulator terus memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi — termasuk melalui sistem barcode dan pemblokiran kendaraan yang terlibat transaksi mencurigakan.INP Polri+1
✅ Kesimpulan
Penangkapan pria di Medan yang jual Pertalite Rp 12 ribu/liter di tengah krisis pasca-bencana menunjukkan bahwa di balik kelangkaan dan krisis, selalu ada oknum yang cari untung — kadang dengan cara curang dan merugikan banyak orang.