Cilincing Medan Barat: Sampah Menumpuk di Jalan Karya

Warga Cilincing, Medan Barat mengeluhkan penumpukan sampah di Jalan Karya yang sudah berlangsung berminggu-minggu. Sampah menumpuk di pinggir jalan menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Artikel ini membahas kronologi penumpukan sampah, dampaknya bagi warga, hingga respons pihak terkait serta solusi yang diharapkan.


1. Kronologi Penumpukan Sampah di Jalan Karya

Warga Cilincing, khususnya di sekitar Jalan Karya Medan Barat, mengeluhkan kondisi sampah yang menumpuk di pinggir jalan sejak awal Desember 2025. Sampah yang tidak diangkut oleh petugas pengelola kebersihan menumpuk hingga setinggi satu meter di beberapa titik. Sampah ini terdiri dari limbah rumah tangga seperti plastik, sisa makanan, hingga material rumah tangga lainnya. (medanbisnisdaily.com)

Warga menuturkan bahwa sejak penumpukan awal, belum ada perbaikan signifikan meskipun sudah sering melaporkan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan. Banyak yang menduga masalah ini disebabkan oleh keterbatasan armada angkut sampah dan minimnya koordinasi antar petugas. (tribunnews.com)


2. Dampak Buruk bagi Lingkungan dan Kesehatan Warga

Penumpukan sampah ini menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari bau menyengat, serangan hama seperti lalat dan tikus, hingga potensi penyebaran penyakit kulit dan saluran pernapasan. Beberapa warga mengeluhkan kesulitan tidur dan anak-anak mereka menjadi lebih sering sakit sejak lingkungan sekitar dipenuhi sampah. (medanbisnisdaily.com)

Selain itu, tumpukan sampah di tepi jalan juga mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama kendaraan roda dua dan pejalan kaki yang harus menghindari tumpukan limbah. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di kawasan padat tersebut. (tribunnews.com)


3. Respons Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Hendra Saputra, membenarkan adanya penumpukan sampah di Jalan Karya dan menyatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan penambahan armada pengangkut sampah untuk wilayah Medan Barat. Ia juga menyebutkan bahwa keterbatasan personel dan cuaca buruk beberapa waktu terakhir menjadi kendala dalam pengangkutan sampah rutin. (medanbisnisdaily.com)

Hendra menjanjikan penanganan segera dalam 3 hari ke depan dan mengimbau warga untuk sementara tidak membuang sampah sembarangan agar masalah tidak semakin memburuk. (tribunnews.com)


4. Upaya Warga dan Aktivis Lingkungan

Sejumlah warga yang geram dengan kondisi ini membentuk kelompok gotong-royong untuk membersihkan sebagian tumpukan sampah secara swadaya. Mereka juga meminta pemerintah daerah lebih serius dalam mengelola sampah dan memperbaiki sistem pengangkutan. (medanbisnisdaily.com)

Aktivis lingkungan lokal turut mengingatkan pentingnya edukasi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, termasuk pemilahan sampah organik dan non-organik serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi volume limbah. (tribunnews.com)


5. Solusi Jangka Panjang dan Harapan Warga

Masalah sampah yang menumpuk di Jalan Karya menjadi cermin tantangan pengelolaan lingkungan di kawasan perkotaan yang padat penduduk. Solusi jangka panjang yang dibutuhkan antara lain:

  • Penambahan armada dan personel pengangkut sampah secara proporsional sesuai kebutuhan.

  • Peningkatan koordinasi antar dinas terkait agar pengelolaan sampah lebih efektif dan cepat tanggap.

  • Penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu, termasuk fasilitas daur ulang dan tempat pembuangan akhir yang ramah lingkungan.

  • Edukasi masyarakat agar sadar membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah dari rumah.

Warga Cilincing berharap dalam beberapa minggu ke depan kondisi Jalan Karya bisa kembali bersih dan nyaman, tanpa ada penumpukan sampah yang mengganggu aktivitas sehari-hari.


6. Kesimpulan

Penumpukan sampah di Jalan Karya, Cilincing Medan Barat, telah menjadi masalah serius yang mengganggu kesehatan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas warga sekitar. Meskipun warga berinisiatif melakukan gotong-royong, penanganan dari pemerintah kota tetap sangat dibutuhkan dengan penambahan armada dan sistem pengelolaan yang lebih baik. Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan telah merespons dan berjanji akan menuntaskan masalah ini dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *