Kantor Polsek Muara Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dibakar massa karena dugaan pelepasan bandar narkoba oleh aparat kepolisian, memicu kemarahan warga yang resah atas peredaran narkoba di wilayahnya. Berikut kronologi kejadian, versi warga, respons polisi, dan perkembangan pemeriksaan internal. detikcom+2detikcom+2
1. Kronologi Pembakaran Polsek di Madina
Pada Sabtu, 20 Desember 2025, kantor Polsek Muara Batang Gadis (MBG) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) dibakar massa. Kejadian ini menjadi viral di media sosial dan menjadi sorotan nasional karena diyakini menjadi puncak kemarahan warga setempat. detikcom
Berdasarkan laporan, pembakaran dipicu oleh dugaan warga bahwa seorang bandar narkoba berinisial R yang sebelumnya telah ditangkap warga di Desa Singkuang dan diserahkan ke Polsek, kemudian dilepaskan kembali oleh aparat saat kasus akan diproses secara hukum. Hal ini kemudian membuat warga tidak puas dan geram terhadap kinerja kepolisian, sehingga melampiaskan amarah melalui aksi pembakaran kantor polisi. detikcom+1
Akibat kejadian tersebut, bangunan Polsek MBG dan satu mobil dinas terlihat rusak terbakar. Massa bahkan memblokade jalan utama penghubung Natal–Singkuang sebagai bentuk protes terhadap kinerja aparat. iNews.ID
2. Penyebab Utama Kerusuhan: Dugaan Pelepasan Bandar Narkoba
Warga setempat mengklaim bahwa R, yang diduga kuat sebagai bandar narkoba, sebelumnya ditangkap oleh sekelompok warga — termasuk emak‑emak pengajian — di sebuah sarang narkoba di Desa Singkuang. Warga lalu menyerahkan R ke Polsek untuk diproses lebih lanjut secara hukum. Harian Massa – Penting dan Terpercaya
Namun, kabar beredar bahwa R justru bebas lagi di tengah masyarakat, yang memicu kekecewaan dan kemarahan warga. Kekecewaan itu yang kemudian memuncak menjadi aksi pembakaran kantor Polsek. Liputan6
Peristiwa ini menunjukkan resah masyarakat setempat terhadap peredaran narkoba yang dinilai sudah terlalu meresahkan komunitas mereka, dan kepercayaan publik terhadap upaya penegakan hukum dari aparat kepolisian lokal semakin terkikis. IDN Times Sumut
3. Versi Polisi: Pengedar Kabur, Bukan Dilepas
Menanggapi situasi tersebut, Polda Sumatera Utara (Sumut) melalui Kabid Humas Kombes Pol Ferry Walintukan menyatakan bahwa versi warga mengenai pelepasan bandar narkoba oleh polisi belumlah akurat. Menurutnya, R tidak dilepaskan oleh polisi, melainkan melarikan diri dari kantor Polsek setelah diserahkan warga ke aparat, sehingga muncul salah paham di tengah masyarakat. Suarasumut.id
Ferry menjelaskan bahwa kejadian pembakaran terjadi karena ketidakpuasan warga atas informasi yang beredar, meskipun polisi sudah berupaya menjelaskan kronologi kejadian. Ia menyatakan bahwa saat massa menggeruduk Polsek, personel mencoba menjelaskan bahwa R melarikan diri, bukan dibebaskan. Namun, amarah warga tetap tak terbendung dan berujung perusakan serta pembakaran kantor Polsek MBG. Suarasumut.id
4. Pemeriksaan Internal Anggota Polsek
Setelah pembakaran terjadi, Polda Sumut mengambil langkah lanjutan dengan memeriksa sejumlah personel Polsek Muara Batang Gadis untuk memastikan kebenaran kronologi dan dugaan apakah benar pelaku narkoba dilepas atau memang melarikan diri. detikcom
Kombes Ferry menyatakan bahwa hasil pemeriksaan internal akan menjadi dasar apakah ada kelalaian atau kesengajaan anggota dalam penanganan kasus tersebut. Bila terbukti kesalahan aparat, proses hukum tetap akan dijalankan sesuai prosedur penegakan hukum yang berlaku. detikcom
5. Reaksi dan Dampak Sosial
Aksi pembakaran kantor polisi tersebut menjadi refleksi ketidakpuasan publik terhadap penanganan kasus narkoba di tingkat lokal, terutama di daerah yang merasa marah dengan tingginya peredaran narkoba. Masyarakat merasa perlu adanya tindakan hukum tegas terhadap pelaku peredaran narkoba, sehingga muncul ketegangan ketika harapan itu tidak terpenuhi menurut persepsi warga. IDN Times Sumut
Situasi sempat memanas dengan aksi massa melibatkan warga dan jalan penghubung yang terblokade, namun polisi menyatakan situasi akhirnya dinyatakan kondusif setelah upaya penanganan dilakukan. detikcom
6. Implikasi Hukum dan Penegakan
Kasus ini tidak hanya berdampak pada kerusakan fasilitas negara dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, tetapi juga membuka perhatian pihak kepolisian terhadap perlunya komunikasi yang jelas kepada masyarakat dalam penanganan kasus kriminal.
Upaya pemeriksaan internal terhadap anggota Polsek, serta pengejaran terhadap R yang kabur, juga menunjukkan bahwa pihak kepolisian terus berupaya menegakkan hukum secara profesional di tengah tekanan sosial. detikcom
Kesimpulan
Pembakaran Polsek Muara Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara terjadi karena kemarahan masyarakat yang menganggap aparat kepolisian melepaskan seorang bandar narkoba yang sebelumnya ditangkap warga. Polisi kemudian menjelaskan bahwa yang bersangkutan melarikan diri dari kantor Polsek, bukan dilepas. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan fasilitas Polsek dan pemblokiran jalan utama. Polda Sumut kini melakukan pemeriksaan internal terhadap anggota Polsek untuk menegaskan fakta kejadian serta memastikan penegakan hukum yang tepat. detikcom+1